
KOTA TANGERANG, TANGERANGEKSPRES.CO.ID – Konsorsium Sub Recipient (SR) Penabulu-STPI mengajak semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB).
Manager SR Penabulu, STPI Banten, Lukman Hakim menyampaikan, bahwa pihaknya berkomitmen memberikan kontribusi maksimal untuk eliminasi TB, khususnya di Kota Tangerang.
“SR Komunitas merupakan ujung tombak pelaksana Program TB Komunitas 2021-2023,” kata Lukman saat penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Kota Tangerang, belum lama ini.
Program ini fokus pada penemuan kasus TB melalui investigasi kontak, edukasi penyuluhan TB, pelacakan kasus yang mangkir, pengantaran obat anti tuberkulosis (OAT), dan pendampingan pasien TB hingga sembuh.
Lukman mengakui adanya hambatan dan tantangan di lapangan, terutama terkait dengan ketidaksetujuan masyarakat untuk diperiksa TB dan adanya stigma negatif terhadap penyakit ini. Meski begitu, penanganan TB di Kota Tangerang dinilai sangat bagus, dan program penanganan TB menunjukkan angka yang cukup signifikan.
Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Sri Rustiati, menekankan perlunya peran aktif pemerintah dalam memasifkan program penanganan TB. Dia mendorong pemerintah daerah untuk membuat regulasi sebagai payung hukum turunan dari Perpres No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, khususnya di wilayah Provinsi Banten.
“Pelayanan TB di daerah rata-rata belum memiliki Perda atau Perwal/Perbup. Ini penting, perlu payung hukum turunan dari Perpres No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis,” ujar dr. Sri Rustiati.
Dia juga menyampaikan bahwa permasalahan TB merupakan tantangan yang harus segera diatasi, karena kasus TB terus meningkat setiap harinya. Menanggapi hal ini, perlu ada keterlibatan lintas sektoral dan seluruh lapisan masyarakat, serta formulasi kebijakan atau peraturan untuk mendukung penanganan TB.
“Harapan kita bersama dapat mewujudkan program pemerintah, yaitu eliminasi TB 2030,” tambahnya.
Dalam upaya penanganan TB, Lukman menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengubah stigma negatif terhadap penyakit ini. Peningkatan kesadaran masyarakat dan perubahan persepsi terhadap TB dianggap krusial untuk mencapai eliminasi TB pada tahun 2030.
“Jangan dianggap sepele, masyarakat yang diindikasikan segera memeriksakan diri, supaya tidak menularkan pada orang terdekat kita. Karena, TB dapat menyerang siapa saja dan dapat merusak berbagai organ tubuh,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz
Editor : Aries Maulansyah